Manual Pages in Linux 

Di Linux, kita juga bisa melakukan atau memasukkan perintah yang hampir sama di Windows seperti DOS (Disk Operating System), atau yang sering kita akses di Windows itu cmd atau command line (baris perintah). Baris perintah tersebut mempunyai fungsi untuk menjalankan suatu perintah di dalam operating system. Bagi yang akan memulai dengan Linux, perlu belajar terlebih dahulu mengenai hal ini, karena hal ini kadang-kadang diperlukan di dalam mengoperasikan sistem operasi Linux.

Untuk memulai, terlebih dahulu saya akan memperkenalkan distro Linux yang saya pakai adalah Ubuntu version 8.04. Hal yang terlebih dahulu dilakukan untuk mengakses command line di Linux, anda terlebih dahulu mengklick Applications -> Accessories -> Terminal (kalau di Windows Xp, Run -> kemudian ketikkan cmd).

Kalau sudah, saya akan memulai dengan manualnya terlebih dahulu, di dalam terminal untuk lebih paham di dalam mengenal fungsi perintah di dalam Linux, menggunakan perintah : man ……. Yang di titik-titik adalah fungsi yang akan kita masukkan di dalam Linux.

Ada berbagai macam fungsi atau perintah yang ada di dalam Linux, tapi akan saya bahas yang sering dipakai, antara lain :

1. adduser

Perintah ini hanya dapat dilakukan oleh administratornya, jadi tidak sembarang user bisa melakukan hal ini. Yang dimaksud dengan administratornya di sini adalah root. Root ini bisa melakukan perintah adduser. Fungsi dari adduser sendiri adalah untuk menambahkan user atau account yang baru.

Fungsi yang lebih lengkap dengan mengetikkan di terminal : man adduser

Untuk menjalankan perintah ini, seperti sebelumnya anda harus login terlebih dahulu sebagai root, kemudian jalankan terminal, ketikkan: adduser, kemudian tekan enter.

2. cat

Perintah ini hampir sama dengan bahasa inggrisnya kucing, fungsi perintah ini adalah untuk menampilkan isi dari suatu file. Perintah ini, anda tidak harus login sebagai root, login sebagai user biasa bisa melakukan perintah ini.

Contoh: cat testing.txt

3. cd

Perintah ini hampir sama di Windows Xp, yaitu untuk melakukan pindah direktori. Kepanjangan dari cd adalah Change Directory.

Contoh: cd (nama tempat direktori yang ingin dituju)

4. chmod

Perintah ini digunakan untuk memanagement permission atau ijin dari suatu file ataupun direktori. Ada 3 macam permission yaitu r read (baca), w write (menulis), x execute (menjalankan).

Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

Sebagai contoh:

Misal ingin memberikan atau kata lain menambahkan ijin untuk user dan group pada file tertentu. Ijin yang diberikan adalah user dan group dapat membaca dan menulis saja :

chmod ug+rw testing.txt

Untuk menghapus ijin tersebut :

chmod ug-rw testing.txt

Hanya beda di plus dan minus. Kalau plus untuk menambahkan dan minus untuk menghilangkan ijin.

5. cp

Perintah ini tentunya paham. Fungsi ini digunakan untuk mencopy file dari suatu direktori ke direktori yang lain.

Contoh: cp -r testing.txt albert (cp -r nama file nama direktori)

Artinya adalah: anda melakukan copy file testing.txt dipindahkan ke folder atau direktori yang bernama albert. ^_^

6. halt

Fungsi ini hanya bisa dilakukan oleh root atau kata lainnya adalah super user. Fungsi ini mendefinisikan tentang memerintah kernel untuk mematikan sistem komputer kata lainnya adalah shutdown.

Contoh: halt

Kemudian tekan enter, maka selang beberapa detik sistem komputer akan mati dengan sendirinya.

7. kill

Fungsi ini untuk menghentikan proses dari suatu aplikasi yang telah berjalan di dalam sistem operasi Linux, karena mengalami trouble atau masalah yang lain. Hampir sama di Windows Xp adalah Windows Task Manager, di situ kita bisa mengatur proses yang kita inginkan. Sama halnya di Linux, kita bisa menghentikan proses yang dirasa memberatkan sistem.

Contoh: kill 6555 (artinya adalah menghentikan proses pada id 6555, misal id 6555 adalah proses Open Offiece yang sedang mengalami trouble).

8. ls

Fungsi ini adalah untuk menampilkan isi dari suatu direktori, kalo di Windows Xp namanya dir. Di linux, bisa menampilkan keseluruhan isi dari direktori, baik yang hidden (tersembunyi) atau yang tidak.

Contoh: ls -la albert (menampilkan isi direktori baik hidden dan yang tidak di direktori yang bernama albert)

9. man

Fungsi ini untuk menjelaskan fungsi yang telah ada di Linux, man ini kepanjangan dari manual pages, yang mendefinisikan secara lengkap fungsi-fungsi yang ada.

Contoh: man ls (menampilkan fungsi ls secara keseluruhan)

10. mkdir

Fungsi ini adalah untuk membuat direktori yang baru.

Contoh: mkdir albert (membuat direktori yang baru bernama albert)

11. rmdir

Fungsi ini untuk menhapus atau mendelete direktori yang kita inginkan.

Contoh: rmdir albert (menghapus direktori yang bernama albert)

12. ps -ax

Fungsi ini digunakan untuk melihat proses apa saja yang telah berjalan di sistem operasi Linux. Untuk menghentikan proses yang kita inginkan menggunakan perintah kill yang telah saya beritahukan sebelumnya.

Contoh: ps -ax